Memasang kloset duduk terlihat sederhana, tetapi di lapangan justru sering memunculkan masalah. Banyak pemilik rumah baru sadar setelah kloset bocor, goyang, atau flush tidak maksimal.
Kesalahan kecil saat pemasangan bisa berdampak besar pada kenyamanan, kebersihan, dan biaya perbaikan. Tukang, mandor, hingga kontraktor perlu memahami titik-titik krusial agar kloset duduk bisa terpasang rapi dan awet.
Beberapa Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memasang Kloset Duduk
1. Flange Terlalu Rendah dari Lantai
Kesalahan pertama saat memasang kloset duduk muncul dari posisi flange pembuangan. Flange yang terlalu rendah membuat wax ring tidak menutup rapat. Akibatnya, air rembes ke lantai dan merusak keramik atau plester.
Ini bisa terjadi karena tukang sering lupa menghitung ketebalan keramik dan spesi saat renovasi kamar mandi lama. Oleh sebab itu, banyak oarang menyarankan pemasangan kloset berdasarkan pada posisi flange yang ideal, misalnya berada sejajar atau sedikit lebih tinggi dari lantai jadi agar wax ring bekerja optimal.
2. Salah Memilih dan Memasang Wax Ring
Wax ring berfungsi sebagai pengunci utama antara kloset dan pipa. Akan tetapi, terkadang tukang menggunakan wax ring terlalu tipis atau menumpuk dua wax ring tanpa teknik yang benar.
Hal ini beresiko, karena air kotor bisa merembes perlahan dan menimbulkan bau tidak sedap di kamar mandi. Oleh sebab itu, banyak oarang menyarankan untuk menggunakan wax ring sesuai tinggi flange dan tekan kloset secara presisi tanpa menggeser posisi.
3. Baut Lantai Dikencangkan Terlalu Kuat
Tukang sering menganggap baut kloset sepele saat memasang kloset duduk. Tukang terkadang melakukan kesalahan seperti pengencangan berlebihan bisa membuat bodi keramik retak halus.
Hal ini, dapat menyebabkan munculnya retakan kecil sering berkembang menjadi kebocoran permanen yang sulit perbaikannya. Oleh sebab itu, orang biasanya menyarankan untuk mengencangkan baut secara bertahap dan seimbang di kedua sisi hingga kloset stabil.
4. Kloset Tidak Diposisikan Rata
Kloset duduk harus berdiri stabil di atas lantai, sedangkan terkadang tukang mengabaikan waterpass saat pemasangan. Dampaknya, kloset terasa goyang dan wax ring cepat rusak akibat pergerakan.
Oleh sebab itu, solusi yang bisa dipakai adalah menggunakan ganjal khusus kloset sebelum pengencangan akhir, lalu tutup rapi dengan grout.
5. Menggunakan Kembali Selang Air Lama
Banyak tukang memilih menghemat waktu dengan memakai selang lama. Padahal, selang dan mur lama biasanya sudah getas dan tidak fleksibel.
Hal ini dapat menyebabkan kebocoran kecil sering muncul di malam hari dan merusak plafon lantai bawah. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan tindakan pencegahan dengan selalu ganti selang air baru saat memasang kloset duduk.
6. Salah Ukur Rough-In
Rough-in menentukan jarak kloset ke dinding. AKan tetapi, banyak tukang memasang kloset dengan ukuran rough-in tidak sesuai kondisi pipa.
Akibatnya, tangki kloset tidak menempel ke dinding dan tampilan kamar mandi terlihat kurang rapi. Untuk menghindarinya, ukur jarak dari dinding ke pusat pipa sebelum memilih tipe kloset.
7. Melewatkan Tes Flush
Tes flush sering dianggap tidak penting. Oleh sebab itu, banyak tukang langsung meninggalkan lokasi tanpa mengetes kloset.
Padahal, tanpa pengetesan kloset, kemungkinan adanya kebocoran biasanya baru terlihat setelah kloset digunakan beberapa kali. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan beberapa kali flush dan periksa bagian bawah kloset serta sambungan air.
8. Salah Menggunakan Sealant
Sealant membantu merapikan tampilan, tetapi sering disalahgunakan. Terkadang, tukang menutup seluruh bagian bawah kloset dengan silikon. Hal ini dapat menyebabkan kebocoran tersembunyi sulit terdeteksi karena tertutup sealant. Oleh sebab itu, banyak oarang menyarankan untuk menyisakan bagian belakang tanpa sealant agar kebocoran mudah terlihat.
9. Tidak Memeriksa Kondisi Pipa Lama
Renovasi rumah lama sering menghadapi pipa usang. Kesalhan yang sering dilakukan adalah tukang langsung memasang kloset tanpa mengecek kondisi pipa. Hal ini dapat memperbesar peluang adanya sumbatan dan aliran air tidak lancar membuat kloset sering mampet. Oleh sebab itu, pastikan pipa bersih dan tidak retak sebelum pemasangan kloset duduk.
10. Memilih Kloset Tanpa Memperhatikan Kualitas
Produk kloset juga memengaruhi hasil akhir. Tukang sering melakukan kesalahan seperti memilih kloset murah tanpa standar kualitas. Hal ini dpaat menyebabkan keramik mudah retak dan sistem flush cepat bermasalah.
Oleh sebab itu, lebih baik memakai toilet duduk yang berkualitas dari kloset duduk Triliun. Produk ini memiliki bodi keramik kuat, desain stabil, dan kompatibel dengan instalasi rumah di Indonesia.
Kesalahan saat memasang kloset duduk sering terlihat sepele, tetapi dampaknya bisa panjang. Tukang, mandor, dan kontraktor perlu memperhatikan detail teknis agar kloset awet, aman, dan nyaman digunakan. Pemilik rumah juga sebaiknya memahami proses dasar agar hasil renovasi sesuai harapan.
Untuk panduan seputar kamar mandi, sanitasi, dan bahan bangunan lainnya, kunjungi laman ini dan temukan berbagai artikel informatif.
Sedangkan untuk membeli bahan bangunan berkualitas, pastikan hanya melalui distributor resmi dan terpercaya di website ini agar produk asli dan sesuai standar proyek.
