Menghitung kebutuhan gording sering jadi tahap krusial saat tukang, mandor, atau kontraktor mulai mengerjakan rangka atap baja ringan. Salah hitung sedikit saja, dampaknya bisa panjang. Material bisa kurang, proyek terhambat, atau malah boros karena kelebihan stok. Karena itu, cara hitung yang rapi dan masuk akal wajib dikuasai sejak awal pekerjaan.
Di lapangan, banyak proyek rumah tinggal terlihat rapi dari luar, tetapi rangka atapnya bermasalah karena jarak gording tidak pas atau ukuran profilnya tidak sesuai. Kondisi seperti ini bukan cuma bikin atap kurang kuat, tapi juga memperbesar risiko melendut atau bocor di kemudian hari. Lewat panduan ini, tukang bisa memahami alur menghitung kebutuhan gording baja ringan dengan cara yang praktis dan mudah penerapannya.
Langkah Dasar Menghitung Kebutuhan Gording
Sebelum masuk ke rumus, tukang biasanya mulai dari pengukuran dasar. Tahap ini menentukan akurasi perhitungan berikutnya.
1. Ukur Dimensi Atap dengan Benar
Pengukuran atap tidak cukup hanya panjang dan lebar bangunan. Tukang perlu memperhatikan bentuk atap dan kemiringannya.
Beberapa hal yang wajib diukur:
-
Panjang bangunan, termasuk overstek
-
Lebar bangunan
-
Panjang bidang miring atap (panjang kaso atau kaki kuda-kuda)
-
Sudut atau kemiringan atap
Pada atap pelana, tukang biasanya menghitung satu sisi terlebih dulu, lalu menggandakan hasilnya. Dengan cara ini, proses menghitung kebutuhan gording jadi lebih terkontrol.
2. Tentukan Jarak Antar Gording
Jarak gording sangat bergantung pada jenis penutup atap dan beban yang diterima.
Sebagai gambaran umum:
-
Atap ringan (spandek tipis, zincalume 0,35–0,45 mm): jarak 1–1,2 meter
-
Atap lebih tebal (0,5–0,7 mm): jarak bisa mencapai 1,2–1,5 meter
-
Area angin kencang: jarak sebaiknya dipersempit
Tukang biasanya memilih jarak aman agar rangka tetap kaku dan tidak mudah bergetar.
3. Gunakan Rumus Menghitung Baris Gording
Setelah menentukan panjang bidang miring dan jarak antar gording, tukang bisa langsung masuk ke rumus dasar.
Rumus sederhana:
Jumlah baris gording = (Panjang bidang miring ÷ Jarak gording) + 1
Contoh:
-
Panjang bidang miring atap: 9 meter
-
Jarak gording: 1,2 meter
Perhitungan:
9 ÷ 1,2 = 7,5 → dibulatkan jadi 8
8 + 1 = 9 baris gording
Hasil ini berlaku untuk satu sisi atap. Jika atap pelana, jumlah tersebut dikalikan dua.
Cara Menghitung Total Panjang Gording Baja Ringan
Setelah tahu jumlah baris, tukang bisa lanjut ke perhitungan panjang total material.
1. Hitung Panjang Gording per Baris
Setiap baris gording biasanya mengikuti panjang bangunan. Jika panjang bangunan 10 meter, maka satu baris gording juga sekitar 10 meter, termasuk tambahan sambungan.
Rumus sederhana:
Total panjang gording = Jumlah baris × Panjang bangunan
Jika:
-
Jumlah baris: 9
-
Panjang bangunan: 10 meter
Maka:
9 × 10 = 90 meter
2. Tambahkan Cadangan untuk Sambungan
Di lapangan, gording jarang terpasang utuh tanpa sambungan. Tukang biasanya menambahkan cadangan sekitar 10–15%.
Contoh:
90 meter × 1,15 = 103,5 meter
Angka inilah yang biasa dipakai sebagai total kebutuhan gording. Dengan metode ini, proses menghitung kebutuhan gording jadi lebih aman dan minim risiko kekurangan material.
3. Konversi ke Batang Standar
Gording baja ringan umumnya dijual per batang, misalnya panjang 6 meter.
Maka:
103,5 ÷ 6 ≈ 17,25 batang
Dibulatkan ke atas, kebutuhan menjadi 18 batang.
Menentukan Ukuran Profil Gording
Selain jumlah, ukuran profil juga menentukan kekuatan rangka atap.
Beberapa acuan di lapangan:
-
Profil C 75–100 mm: rumah 1 lantai, bentang pendek
-
Profil C 125–150 mm: rumah besar atau bentang lebih panjang
-
Profil Z: proyek bentang panjang atau sambungan menerus
Tukang biasanya menyesuaikan ukuran dengan jarak kuda-kuda. Semakin jauh jaraknya, semakin besar kebutuhan profilnya.
Kesalahan Umum Saat Menghitung Gording
Walau terlihat sederhana, kesalahan masih sering terjadi.
Beberapa kesalahan yang sering ditemui:
-
Menghitung luas datar, bukan bidang miring
-
Mengabaikan overstek
-
Tidak menambahkan cadangan sambungan
-
Salah menentukan jarak gording
Dengan memahami alur menghitung kebutuhan gording, banyak pekerja proyek bisa mengurangi kesalahan seperti ini sejak awal.
Tips Lapangan agar Perhitungan Lebih Akurat
Tukang berpengalaman biasanya menerapkan beberapa trik sederhana:
-
Selalu ukur langsung di lokasi, jangan hanya mengandalkan gambar
-
Diskusikan jenis atap sebelum menentukan jarak gording
-
Gunakan jarak lebih rapat untuk area rawan angin
-
Catat hasil hitung secara detail sebelum belanja material
Cara ini membantu proyek berjalan lebih lancar tanpa revisi berulang.
Menghitung gording baja ringan bukan sekadar hitung-hitungan angka. Ketelitian tukang, mandor, dan kontraktor sangat menentukan kekuatan rangka atap dalam jangka panjang. Dengan memahami langkah pengukuran, rumus dasar, hingga konversi material, risiko kekurangan atau pemborosan bisa menjadi minimal.
Untuk referensi teknis bangunan, tips konstruksi, dan panduan material lainnya, kunjungi laman ini dan temukan berbagai artikel yang relevan untuk proyek pembangunan maupun renovasi.
Sedangkan untuk kebutuhan baja ringan dan material bangunan berkualitas, pastikan membeli hanya di distributor resmi dan terpercaya di sini karena menyediakan produk original dengan jaringan lebih dari 90 cabang di seluruh Indonesia, sehingga pasokan material tetap aman dan proyek bisa berjalan tepat waktu.
