Dalam proses pembangunan atau renovasi rumah, istilah plesteran tentu sudah tidak asing lagi. Banyak orang mengira fungsi plesteran hanya untuk meratakan permukaan dinding agar terlihat lebih rapi. Padahal sebenarnya, fungsi plesteran jauh lebih penting dari sekedar meratakan.
Lalu apakah kegunaan plesteran hanya untuk meratakan dinding bangunan? Yuk simak jawabannya di artikel ini.
Fungsi Plesteran yang Utama
Plesteran adalah lapisan campuran semen, pasir, dan air yang diaplikasikan pada permukaan dinding bata ringan, bata merah, hingga beton. Selain meratakan, plesteran juga memiliki beberapa fungsi lain yang gak kalah penting:
1. Melindungi dinding dari cuaca
Plesteran berfungsi sebagai pelindung dinding dari panas matahari, hujan, hingga kelembapan. Tanpa plester, dinding bata lebih cepat rusak dan berlumut.
2. Menguatkan dinding
Lapisan plester menambah kekuatan dinding, sehingga lebih kokoh dan juga lebih tahan terhadap benturan.
3. Menutup pori-pori dinding
Bata merah maupun bata ringan memiliki pori-pori. Plesteran membantu menutupi pori-pori yang dapat menyerap air yang bisa memicu retakan pada dinding.
4. Dasar untuk finishing
Plesteran adalah lapisan dasar sebelum melakuakan acian, pengecatan, atau pemasangan keramik dinding. Tanpa plesteran, hasil finishing tidak akan menempel dengan baik.
Jenis Plesteran yang Sering Digunakan
1. Plesteran tradisional (adukan manual antara semen dan pasir)
Campuran manual yang umum digunakan tukang. Cocok untuk hampir semua jenis dinding. Tetapi kalau menggunakan plesteran manual, tidak menutup risiko kualitas plesteran kurang konsisten.
2. Plesteran instan (mortar instan)
Lebih praktis, hasil lebih rata, dan waktu pengerjaan lebih cepat. Cocok untuk pemasangan bata ringan atau bahkan bata merah.
Apa Jadinya Jika Dinding Tanpa Plester?
Banyak orang yang memilih tidak menggunakan plesteran, terutama pada rumah industrial atau ekspos. Namun, dinding yang tidak punya lapisan plesteran punya risiko:
- Mudah retak dan juga berdebu.
- Cepat lembab dan mudah berjamur.
- Finishing cat tidak bisa maksimal.
Artinya, tetap penting menggunakan plesteran meskipun desain rumah ingin terlihat sederhana.
Kesimpulan
Jadi, jawabannya tidak ya, plesteran bukan hanya untuk meratakan dinding saja, tapi juga untuk melindungi, memperkuat, menutup pori-pori, sekaligus menjadi dasar finishing. Dengan menggunakan plesteran yang baik, dinding rumah akan lebih awet, rapi, dan siap diberi sentuhan akhir sesuai desain yang diinginkan.
Kalau kamu lagi cari solusi dari permasalah bangunanmu, konsultasi saja ke kangrenov.id, kamu akan menemukan solusi dari permasalahan bangunanmu dengan gan tepat. Bingung lagi cari rekomendasi bahan bangunan yang berkualitas? kunjungi kami untuk menemukan rekomendasi bahan bangunan berkualitas dan super lengkap untuk bangunanmu.